QUOTES
  • Sejahtera Bersama Koperasi dan UKM
  • Koperasi Indonesia Menuju Ekonomi Global
  • Koperasi dan UKM Hebat, Masyarakat Sejahtera

Berita Terkini

06 September 2017 09:25
Dinas Koperasi UKM Jateng Setahun Ini Terus Beri Pelatihan Peningkatan Kualitas SDM Pelaku UMKM

Semarang - Upaya peningkatan mutu sumber saya manusia (SDM) dan kualitas pelayanan, menjadi tantangan utama .....baca selengkapnya

30 August 2017 09:13
Pajak Final UMKM Turun Menjadi 0,25%

Pemerintah akan segera menurunkan pajak final bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Jika saat .....baca selengkapnya

26 July 2017 09:32
Pengembangan Usaha Koperasi Pertanian Berbasis Ecofarming Untuk Perubahan KUD se-Jawa Tengah

Banyumas - Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan aplikasi teknis pengembangan usaha koperasi .....baca selengkapnya

22 June 2017 14:35
Koperasi Syariah Perhimpunan BMT se-Jateng himpun Rp 6 Milliar Untuk Ditasharufkan Kepada Kaum Dhuaf

Semarang, Perhimpunan BMT Indonesia (PBMTI) Wilayah Jawa Tengah menghimpun paket Ramadhan senilai lebih dari 6 .....baca selengkapnya

30 March 2017 15:04
Kementerian Koperasi Dorong Notaris Giat Membuat Akta Koperasi

SEMARANG – Notaris yang ada di Jawa Tengah diberikan pembekalan pelatihan terkait sistem online dalam .....baca selengkapnya

Article Archive

Interaksi

Berita


16 August 2017 10:55
Pemasaran Online Untungkan Pelaku UMKM

 

Semarang – Profil bisnis di Jawa Tengah didominasi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasil Sensus Ekonomi tahap pertama yang diprakarsai oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu menunjukkan setidaknya ada 14,3 juta (98,98 persen) pelaku UMKM. Sedangkan 42,5 ribu (1,02 persen) adalah pelaku usaha skala menengah dan besar (UMB).

“Kalau mencermati hasil sensus ekonomi tersebut memang sejatinya UMKM yang jadi pondasi ekonomi Jateng,” terang Kepala BPS Jateng Dr. Margo Yuwono SSi MSi saat menjadi salah seorang narasumber pada dialog Gayeng Bareng Gubernur Jateng di Studio TVRI Jateng, Senin (14/8).

Deputi Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwi Saputra membeberkan berdasarkan hasil riset yang diprakarsai instansinya, diketahui meski jumlah pelaku UMKM Jateng terbilang banyak, namun mereka belum sepenuhnya meraih kesuksesan saat memasarkan produk. Pasalnya, dalam rantai distribusi pemasaran, pengepul yang justru memeroleh laba lebih banyak daripada produsen karena turut memasarkan produk UMKM.

“Kami melakukan kajian tentang rantai distribusi pemasaran. Kalau kita lihat, ada tujuh hal yang kita sinyalir dalam rantai distribusi pemasaran. Mulai dari produsen sampai konsumen. Di tengah-tengahnya ada pengepul, supplier besar, distributor besar, dan pedagang grosir. Ternyata pengambil keuntungan terbesar adalah di level pengepul,” bebernya.

Melalui hasil riset tersebut, Rahmat menyarankan agar pelaku UMKM tidak mengembangkan usaha secara individual, melainkan berkelompok atau membangun koperasi. Penguatan kelembagaan bagi pelaku UMKM itu diharapkan mampu meningkatkan daya tawar mereka. Sehingga mereka bisa memperluas pemasaran tanpa melibatkan pengepul. Yakni melalui pemasaran online menggunakan teknologi informasi.

“Bagaimana meningkatkan bargaining power produsen adalah jangan mereka berusaha secara individual karena skala ekonomi mereka pasti rendah. Biaya mereka untuk membeli bahan baku dan biaya untuk memasarkan akan sangat mahal. Sehingga mereka butuh pengepul. Kalau mereka bisa bersatu dalam bentuk kelompok atau koperasi maka daya tawar mereka akan tinggi. Sehingga biaya produksi mereka juga lebih rendah. Mereka juga bisa melakukan tawaran ke supermarket tanpa melalui pengepul secara online,” jelasnya.

Selaras dengan saran yang disampaikan oleh BI, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Drs Ema Rahmawati MHum mengungkapkan, pihaknya akan melaunching e-commerce “Sadewa Market” yang menjadi wadah pemasaran online produk-produk UMKM. Para pelaku UMKM pun gencar diberikan pelatihan dan pendampingan agar terampil mengaplikasikan e-commerce tersebut.

“Kami akan me-launching cyber UMKM. Ini jadi rumahnya para pelaku UMKM. Juga ada pendampingan bagaimana pelaku UMKM meng-online-kan produk mereka dan mereka juga diajari cara berpameran,” ungkap wanita berhijab itu.

Ema mengacungi jempol pelaku UMKM yang antusias memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan online produk-produknya. Seperti yang dilakukan oleh pelaku UMKM asal Pati, Ning Zhullya. Dia memasarkan kudapan kreasinya “stik sayur” melalui media sosial dan e-commerce.

“Saya produksi stik sayur. Kalau biasanya stik hanya menggunakan campuran seledri, kali ini saya inovasi dengan kombinasi brokoli, wortel, cabai, jagung. Saya pasarkan online pakai facebook, IG, WA, BBM, dan bukalapak. Awalnya memang pemasaran online, lalu saya tawarkan juga secara offline ke toko-toko,” tutur Ning Zhullya.

Ning membeberkan, untuk pemasaran online dirinya menerapkan sistem minimal order untuk meningkatkan penjualan. Untuk membeli produknya secara online, konsumen harus memesan paling sedikit 25 bungkus stik sayur.

“Kalau beli online saya pakai minimal order 25 bungkus nanti ada bonus produk satu bungkus dan tester sehingga mereka lebih loyal dengan produk kita. Pasar kami cenderung ke Jawa Barat karena daya tawar mereka lebih tinggi,” tambahnya.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP sebagai pembawa acara merasa optimistis pelaku UMKM di Jateng dapat terus melebarkan sayap bisnisnya. Karena mereka sudah dibekali pelatihan dan pendampingan. Akses modal pun semakin mudah dengan adanya program kredit Mitra 25 dari Bank Jateng.

“Kalau pelaku UMKM punya pengetahuan, akses modalnya ada, pendampingan juga ada maka produk-produk UMKM akan jadi luar biasa. Produk-produk ini kita fasilitasi untuk didorong agar pasarnya tidak hanya lokal, tapi juga bisa nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Sumber : Ar, Humas Jateng (jatengprov.go.id)

Buku Tamu

12 June 2014
Argo Hono - Dinkop UMKM Jawa Tengah semakin maju

12 June 2014
Lungguh Argo - Luar biasa Dinkop UMKM Prov Jawa Tengah

13 June 2014
Aris - DINKOP YES!!!

08 July 2014
Fadjar - Website dinkop tampilannya baru ya? Semoga sukses...

08 July 2014
mulyono - sukses selalu..badan ukm nya dan pelaku ukm tambah sukses,,amin

Submit View

Link