QUOTES
  • Sejahtera Bersama Koperasi dan UKM
  • Koperasi Indonesia Menuju Ekonomi Global
  • Koperasi dan UKM Hebat, Masyarakat Sejahtera
  • Koperasi Berkualitas, UKM Naik Kelas

Berita Terkini

20 September 2018 11:08
Diskop UKM Selenggarakan Bintek Kepatuhan Koperasi di Sukoharjo

Dinas Koperasi UKM Prov mengadakan Bintek Kepatuhan Koperasi yang diikuti oleh peserta sebanyak 70 pengawas koperasi .....baca selengkapnya

19 September 2018 14:48
Workshop dan PKL Pengembangan Optimalisasi Pembiayaan Koperasi

Dinas Koperasi  UKM Provinsi Jawa Tengah selama 5 hari dari tanggal 17 s.d. 21 September .....baca selengkapnya

19 September 2018 14:42
Pelatihan Handycraft di Kendal

Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pelatihan Koperasi, Usaha Kecil dan .....baca selengkapnya

18 September 2018 15:50
Bintek Fasilitasi Manajemen Resiko Pengelolaan Koperasi

Dinas Koperasi UKM Prov Jateng mengadakan Bimtek Fasilitasi Manajemen Resiko Pengelolaan Koperasi dari tanggal 18 .....baca selengkapnya

18 September 2018 15:32
Pelatihan Handycraft di Cilacap

Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pelatihan Koperasi dan UKM mengadakan Pelatihan Ketrampilan .....baca selengkapnya

Article Archive

Interaksi

Berita


07 February 2018 07:42
Perputaran Uang UMKM Jateng Capai 153 Triliun Rupiah

 

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong masyarakat berwirausaha di berbagai bidang. Sebab peran UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat dapat diperhitungan. Bahkan di tengah gejolak ekonomi gobal, sektor UMKM tetap bertahan.

“Potensi UMKM yang ada di Jateng akan menggelindingkan usaha rakyat. Bahkan saat krisis ekonomi 1998 melanda, UMKM mampu bertahan di tengah guncangan ekonomi global,” kata Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, MIP saat dialog interaktif di rumah dinas Puri Gedeh, Kota Semarang, Selasa (6/2).

Pada dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” bertajuk “UMKM, dari Rakyat Untuk Jateng” itu, gubernur menyebutkan, potensi UMKM yang tersebar di Jateng dengan produk yang didominasi batik, makanan, dan kerajinan tangan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 900 ribu orang, dengan perputaran uang UMKM mencapai kurang lebih Rp.153 triliun rupiah.

Ditambahkan, reformasi birokrasi yang digulirkan Pemprov Jateng sudah berjalan, termasuk perhatian pada sektor UMKM. Sebab, para pelaku UMKM adalah orang-orang yang berdikari sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah. Salah satunya keberadaan UMKM Center di Kota Semarang.

Para pelaku UMKM, jelas Ganjar, tidak hanya dapat menjual produknya di UMKM Center, tapi juga ketika butuh berbagai informasi, baik mengenai pengembangan, kemasan produk, akses permodalan dan lainnya. Di tempat itu, ada konsultan yang siap memberikan penjelasan kepada pelaku UMKM.

“Banyak orang yang belum mengetahui bahwa ada fasilitas bagi pelaku UMKM di setiap dinas. Jika ada masalah-masalah seputar UMKM, mereka bisa datang ke kantor dinas terkait untuk berkonsultasi,” kata gubernur.

Mantan anggota DPR RI ini menjelaskan, terdapat beberapa hal penting dalam pengembangan UMKM. Yaitu, permodalan, kemasan, legalitas produk, dan SDM. Pemprov Jateng terus mendorong aspek tersebut, salah satunya melalui aplikasi produk UMKM bernama Sadewa Market.

Aplikasi berbasis android tersebut sudah mengakomodasi sekitar 800 pelaku UMKM se-Jawa Tengah. Untuk produk pertanian pun sudah ada aplikasi Regopantes.com dan Eragano.com. Sektor UMKM dengan beragam produknya, diyakini mampu memberikan dorongan dan membangun kemandirian perekonomian rakyat.

“Sedangkan dari sisi pemasaran nonkonvensional bisa dilakukan melalui pameran-pameran yang diselenggarakan pemerintah di berbagai event,” imbuh alumnus UGM ini.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga membantu para UMKM mengakses permodalan. Di antaranya bantuan Kredit Mitra Jateng 25, Jamkrida, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan kucuran kredit bunga rendah tanpa jaminan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan mereka tidak kesulitan memperoleh modal guna mengembangkan usaha.

Ganjar menjelaskan, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis jumlah usaha atau perusahaan di Jawa Tengah pada 2017 mencapai 4,17 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,13 juta atau 98 persennya merupakan usaha mikro kecil, dan lainnya adalah usaha menengah besar.

 

(Sumber : Mn, Humas Jateng)

 

Buku Tamu

12 September 2015
m.syaiful - Selalu berkarya untuk koperasi hebat

15 September 2015
Nurul - Selamat siang, mohon informasi untuk data koperasi selain kota Semarang dapat dilihat dimana ya? Terimakasih

05 November 2015
Andhikanugroho - Selamat pagi... Saya mau tanya kepada Dinkop-Umkm jateng. Saya mempunyai usaha kecil mebel dan handycraft yang kesemuanya mempergunakan limbah kayu yang tidak terpakai.tetapi dalam usaha saya ini terkendala modal dan pemasaran.yang saya mau tanyakan apaka

12 November 2015
KSP Merata - Mohon ijin download njih.....

16 November 2015
faiq haidar - Mohon informasinya untuk pengajuan dana hibah untuk wirausaha pemula prosesdurnya seperti apa. 085865555736

Submit View

Link