QUOTES
  • Sejahtera Bersama Koperasi dan UKM
  • Koperasi Indonesia Menuju Ekonomi Global
  • Koperasi dan UKM Hebat, Masyarakat Sejahtera

Berita Terkini

14 February 2018 09:17
Bintek Kepatuhan Koperasi

  Kegiatan Bintek Kepatuhan Koperasi Pola Konvensional dan Syari'ah "Tema Mengembalikan Koperasi pada Jatidiri dan Prinsip - .....baca selengkapnya

13 February 2018 11:31
Kegiatan Magang Rebranding Produk Keramik

Kegiatan Magang Rebranding Produk Keramik Desa Bayat, Wedi, Kab Klaten ke Nuansa Porselin Boyolali diikuti .....baca selengkapnya

13 February 2018 11:12
Kegiatan Magang Rebranding Produk Batik

Kegiatan Magang Rebranding Produk Batik Kelompok Carica Lestari Kab. Wonosobo. Kegiatan magang ini diikuti oleh .....baca selengkapnya

13 February 2018 10:37
Kegiatan Temu Pembiayaan Bagi UMKM

Kegiatan Temu Pembiayaan Bagi KUMKM di Kab. Wonosobo (13/2). Diikuti oleh 100 UKM dari Program .....baca selengkapnya

13 February 2018 10:20
Rakor Satgas Pengawas Koperasi Kabupaten/Kota se-Jateng

Rakor Satgas Pengawas Koperasi Kabupaten/Kota se-Jateng Guna mencari Formula Pengawasan dan Pembinaan Koperasi yang efektif dan .....baca selengkapnya

Article Archive

Interaksi

Berita


07 February 2018 07:42
Perputaran Uang UMKM Jateng Capai 153 Triliun Rupiah

 

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong masyarakat berwirausaha di berbagai bidang. Sebab peran UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat dapat diperhitungan. Bahkan di tengah gejolak ekonomi gobal, sektor UMKM tetap bertahan.

“Potensi UMKM yang ada di Jateng akan menggelindingkan usaha rakyat. Bahkan saat krisis ekonomi 1998 melanda, UMKM mampu bertahan di tengah guncangan ekonomi global,” kata Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, MIP saat dialog interaktif di rumah dinas Puri Gedeh, Kota Semarang, Selasa (6/2).

Pada dialog interaktif program “Mas Ganjar Menyapa” bertajuk “UMKM, dari Rakyat Untuk Jateng” itu, gubernur menyebutkan, potensi UMKM yang tersebar di Jateng dengan produk yang didominasi batik, makanan, dan kerajinan tangan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 900 ribu orang, dengan perputaran uang UMKM mencapai kurang lebih Rp.153 triliun rupiah.

Ditambahkan, reformasi birokrasi yang digulirkan Pemprov Jateng sudah berjalan, termasuk perhatian pada sektor UMKM. Sebab, para pelaku UMKM adalah orang-orang yang berdikari sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah. Salah satunya keberadaan UMKM Center di Kota Semarang.

Para pelaku UMKM, jelas Ganjar, tidak hanya dapat menjual produknya di UMKM Center, tapi juga ketika butuh berbagai informasi, baik mengenai pengembangan, kemasan produk, akses permodalan dan lainnya. Di tempat itu, ada konsultan yang siap memberikan penjelasan kepada pelaku UMKM.

“Banyak orang yang belum mengetahui bahwa ada fasilitas bagi pelaku UMKM di setiap dinas. Jika ada masalah-masalah seputar UMKM, mereka bisa datang ke kantor dinas terkait untuk berkonsultasi,” kata gubernur.

Mantan anggota DPR RI ini menjelaskan, terdapat beberapa hal penting dalam pengembangan UMKM. Yaitu, permodalan, kemasan, legalitas produk, dan SDM. Pemprov Jateng terus mendorong aspek tersebut, salah satunya melalui aplikasi produk UMKM bernama Sadewa Market.

Aplikasi berbasis android tersebut sudah mengakomodasi sekitar 800 pelaku UMKM se-Jawa Tengah. Untuk produk pertanian pun sudah ada aplikasi Regopantes.com dan Eragano.com. Sektor UMKM dengan beragam produknya, diyakini mampu memberikan dorongan dan membangun kemandirian perekonomian rakyat.

“Sedangkan dari sisi pemasaran nonkonvensional bisa dilakukan melalui pameran-pameran yang diselenggarakan pemerintah di berbagai event,” imbuh alumnus UGM ini.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga membantu para UMKM mengakses permodalan. Di antaranya bantuan Kredit Mitra Jateng 25, Jamkrida, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan kucuran kredit bunga rendah tanpa jaminan tersebut, para pelaku UMKM diharapkan mereka tidak kesulitan memperoleh modal guna mengembangkan usaha.

Ganjar menjelaskan, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis jumlah usaha atau perusahaan di Jawa Tengah pada 2017 mencapai 4,17 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,13 juta atau 98 persennya merupakan usaha mikro kecil, dan lainnya adalah usaha menengah besar.

 

(Sumber : Mn, Humas Jateng)

 

Buku Tamu

12 June 2014
Argo Hono - Dinkop UMKM Jawa Tengah semakin maju

12 June 2014
Lungguh Argo - Luar biasa Dinkop UMKM Prov Jawa Tengah

13 June 2014
Aris - DINKOP YES!!!

08 July 2014
Fadjar - Website dinkop tampilannya baru ya? Semoga sukses...

08 July 2014
mulyono - sukses selalu..badan ukm nya dan pelaku ukm tambah sukses,,amin

Submit View

Link