QUOTES
  • Sejahtera Bersama Koperasi dan UKM
  • Koperasi Indonesia Menuju Ekonomi Global
  • Koperasi dan UKM Hebat, Masyarakat Sejahtera
  • Koperasi Berkualitas, UKM Naik Kelas

Berita Terkini

14 August 2018 10:46
Diskop UKM Selenggarakan Bimtek Fasilitasi Penyusunan SOM dan SOP Koperasi

Dinas Koperasi UKM Prov Jateng menyelenggarakan Bimtek Fasilitasi Penyusunan Standar Operasional Manajemen dan Standar Operasional .....baca selengkapnya

09 August 2018 14:27
Diskop UKM Jateng Selenggarakan Bintek Kepatuhan Koperasi Pola Konvensional dan Syariah

Dinas Koperasi UKM Prov Jateng menyelenggarakan Kegiatan Bintek Kepatuhan Koperasi Pola Konvensional dan Syariah di .....baca selengkapnya

08 August 2018 15:35
Diskop UKM Jateng Selenggarakan Bintek Penguatan Kapasitas Kelembagaan/Revitalisasi KUD di Magelang

Dinas Koperasi UKM Prov Jateng menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Kelembagaan/Revitalisasi KUD, di Hotel .....baca selengkapnya

07 August 2018 10:29
Balatkop UKM Selenggarakan Pelatihan Perkoperasian dan Pelatihan Boga

Dinas Koperasi UKM Prov Jateng melalui Balai Pelatihan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah menyelenggarakan 2 angkatan .....baca selengkapnya

30 July 2018 11:06
Sarasehan Pemberdayaan Koperasi di Demak

Acara Sarasehan Pemberdayaan Koperasi yang merupakan rangkaian Harkop ke-71 Kabupaten Demak, dilaksanakan hari ini, 30 .....baca selengkapnya

Article Archive

Interaksi

Berita


16 May 2018 07:40
Koperasi Pesisir Tingkatkan Ekonomi Nelayan

 

PATI - Adagium koperasi sebagai soko guru perokonomian rupanya masih sangat relevan. Terbukti keberadaan koperasi mampu meningkatkan taraf ekonomi para anggotanya.

Adalah Koperasi Rukun Artha Santosa (RAS) di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Koperasi ini beranggotakan 725 orang yang bisa dikata, 90 persen menggantungkan hidup dari laut.

Supi'i Manajer Koperasi RAS mengatakan, saat ini koperasi ini selain mengayomi para anggotanya, juga telah memiliki aset berupa tiga kapal. Satu kapal berukuran berukuran 99 gross ton yang biasa melaut ke selat Makassar dan dan dua kapal berukuran 159 gross ton yang memiliki wilayah cakupan melaut di laut Arafuru.

Aset kapal yang dimiliki, kata Supi'i, jika diakumulasikan berjumlah lebih dari 300 gross ton. Maka, demi berlangsungnya opersional koperasi, maka dibentuklah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama yang sama sebagai sesuai dengan aturan pemerintah.

"Memang aturan pemerintah aset kapal minimal 300 gross ton harus dikelola PT, maka kami bentuk PT pada tahun 2012," kata Supi'i saat ditemui di kantornya, Selasa (15/5/2018).

Keberadaan kapal itu, katanya, merupakan aset yang hasilnya diperuntukkan bagi kesejahteraan anggota yang bertindak sebagai anak buah kapal (ABK) serta keberlangsungan koperasi.

Hal lain yang dilakukan oleh koperasi ini yakni dengan memberi fasilitas pinjaman kepada anggotanya senilai Rp 500 juta untuk keperluan pemasangan alat tangkap rawai dasar.

Setelah itu, kata Supi'i, para anggota yang difasilitasi pinjaman tersebut rupanya bisa berkembang. Buktinya, aset yang dimiliki oleh anggotanya dari hasil pinjaman kini mengalami peningkatan.

"Mereka kini tak lagi meminjam di (koperasi) ini lagi. Tapi masih anggota. Karena skala pinjamannya untuk kebutuhan melaut terhitung tinggi. Maka butuh campur tangan bank," katanya.

Keperluan anggota yang hendak melaut, katanya, biasa mengambil modal terlebih dahulu dari koperasi. Bahkan, untuk menunjang sekaligus memermudah, Supi'i berkata, terkada agunan dari anggota tersebut tidak sesuai dengan nilai yang dipinjam.

"Tapi anggota itu tidak nakal, kan kita punya datanya," katanya.

Menyangkut kebijakan pemerintah yang melarang alat tangkap cantrang, Supi'i berkata, anggotanya telah diwanti-wanti untuk berpindah ke alat tangkap ramah lingkungan sejak 2015.

Untuk memfasilitasinya, anghota pun boleh melakukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan pergantian alat tangkap.

"Tapi ya tidak sepenuhnya kami meminjami. Biasanya ngambil di bank Rp 1 miliar, nanti kekurangannya mungkin Rp 1.5 miliar kami yang meminami," katanya.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Bima Kartika mengatakan, memang keberadaan koperasi mampu meningkatkan taraf ekonomi anggotanya. Sayaratnya harus dihalankan dengan manajemen yang baik serta transparan.

"Misalnya Koperasi RAS ini mampu menjadi batu lonjatan perkonomian bagi anggotanya," katanya.

 

Sumber : http://jateng.tribunnews.com

Penulis: Rifqi Gozali

Editor: Catur waskito Edy

Buku Tamu

12 September 2015
m.syaiful - Selalu berkarya untuk koperasi hebat

15 September 2015
Nurul - Selamat siang, mohon informasi untuk data koperasi selain kota Semarang dapat dilihat dimana ya? Terimakasih

05 November 2015
Andhikanugroho - Selamat pagi... Saya mau tanya kepada Dinkop-Umkm jateng. Saya mempunyai usaha kecil mebel dan handycraft yang kesemuanya mempergunakan limbah kayu yang tidak terpakai.tetapi dalam usaha saya ini terkendala modal dan pemasaran.yang saya mau tanyakan apaka

12 November 2015
KSP Merata - Mohon ijin download njih.....

16 November 2015
faiq haidar - Mohon informasinya untuk pengajuan dana hibah untuk wirausaha pemula prosesdurnya seperti apa. 085865555736

Submit View

Link