DINAS KOPERASI USAHA KECIL & MENENGAH PROVINSI JAWA TENGAH

Sambut Harkopnas Ke-72, Dekopin Maksimalkan Peran Millenial

DEPOK – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar jumpa pers dalam rangka menyambut Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 tahun 2019 serta Expo 2019, di Rafflesia Hills Cibubur, Cimanggis, Kota Depok, Kamis (20/12).

Ketua Pelaksana Harkopnas ke-72, Pahlevi Pangerang menuturkan, untuk pelaksanaannya direncanakan akan berlangsung dari Februari hingga November 2019. Selama itu, masih kata Levi, akan diisi sejumlah rangkaian acara di Jakarta, Purwokerto, dan Tasikmalaya.

“Kami memilih Purwokerto sebagai tuan rumah dan juga acara puncak pada Juli 2019. Tapi, rangkaian pertama itu di Jakarta, acara Gerak Jalan Nasional dan ziarah ke makam Bung Hatta yang kita tahu bahwa beliau merupakan Bapak Koperasi Indonesia,” jelas Pahlevi saat jumpa pers berlangsung.

Politisi Partai Golkar ini mengungkapan, pemilihan Purwokerto bukanlah tanpa alasan. Dekopin memandang bahwa salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah itu merupakan salah satu daerah dengan potensi terbesar dalam bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami akan memperkuat potensi tersebut dengan mengembangkannya melalui e-commerce, mengingat sekarang ini era digitalisasi dan tekonologi tengah berkembang cukup pesat. Sudah terbukti dengan adanya sejumlah aplikasi transportasi online misalnya. Maka, kami ingin memperkuat di tingkat daerah melalui potensi UMKM tersebut,” jelasnya.

Berkaitan dengan generasi millenial, Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid mengungkapkan Dekopin Pusat dan Dekopin Daerah (Dekopinda) akan memaksimalkan peran pemuda dalam mengembangkan e-commerce yang membidangi UMKM khsususnya di Purwokerto ini.

“Gagasan tentang peran millenial sangat dibutuhkan untuk menciptakan berbagai terobosan dalam hal destruksi ekonomi untuk menjadikan mereka melek daripada koperasi dan UMKM, tukas Nurdin.

Ditambahkan Sekretaris Dekopinda Kabupaten Banyumas, Herliana, di Purwokerto sudah ada tiga koperasi dengan konsep start up atau e-commerce, salah satunya Koperasi Pedi.

“Pedi itu koperasi transformasi dari pengayuh becak menjadi petugas cleaning service dengan model start up. Ini salah satu bukti peran teman-teman millenial yang melingkupi pelajar dan mahasiswa,” papar Herliana.

Terjait respon para UMKM di Jawa Tengah cukup bagus dengan adanya model start up ini. Karena menurutnya, selama ini UMKM memandang bahwa start up itu lebih banyak dibentuk dan dikelola oleh perusahaan perseorangan.

“Itu sebenarnya kendala yang dihadapi. Selain itu, kendala lain adalah minimnya permodalan dan jaringan, mengingat model start up ini membutuhkan jaringan yang cukup kuat. Tentunya, ini menjadi potensi jangka panjang,” pungkasnya.

Diharapkan, dengan adanya perkembangan teknologi serta penerapan model start up dalam bidang koperasi dan UMKM, masyarakat dapat lebih memahami dan melek terhadap era globalisasi yang kian meningkat, terlebih peran generasi millenial juga sangat dibutuhkan.

Hadir dalam acara ini antara lain Ketum Dekopin Nurdin Halid, Kementerian Koperasi dan UMKM, Dekopinda Jawa Tengah, Dekopinda Banyumas dan Purwokerto.

(Sumber : epicentrum.id)

Scroll to Top