DINAS KOPERASI USAHA KECIL & MENENGAH PROVINSI JAWA TENGAH

Wagub Buka Pelatihan Keterampilan Usaha di Balatkop

Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin pada hari senin (11/3) sore membuka 6 jenis pelatihan di Balai Pelatihan Koperasi UKM Jl. Berdikari Srondol Kulon Semarang. 

Keenam jenis pelatihan itu adalah Pelatihan Perkoperasian Bagi Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia, Pelatihan Manajemen Usaha Bagi Koperasi, Pelatihan Manajemen Bagi Usaha Kecil Untuk Kelompok Tani Hutan, Pelatihan Vokasional Bidang Boga, Handycraft dan Batik Tingkat Lanjut.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur mengatakan para pelaku UMKM di provinsi ini, harus mendapat pelatihan keterampilan dan pemasaran produknya, sehingga bisa diterima masyarakat luas. 

Menurutnya, pelaku UMKM merupakan usaha yang bisa mempertahankan bisnisnya meski terjadi krisis moneter pada 1998 -1999.

Selanjutnya  Wagub mengatakan tugas dari Dinkop UKM Jateng merupakan tugas berat dan harus mendapat dukungan semua pihak. Sebab, dengan melakukan pendampingan dan pelatihan manajemen usaha kepada UMKM akan membantu mengangkat kesejahteraan masyarakat Jateng.

“Sehingga nanti, tugas selanjutnya Bu Ema bagaimana memasarkan produk UMKM, karena usaha yang paling baik dan efektif yang bisa berkelanjutan dan berkembang adalah UMKM,” kata Taj Yasin.

Lebih lanjut Taj Yasin menjelaskan, pelatihan yang dibutuhkan pelaku UMKM tidak hanya mengasah bakat saja tapi juga pengemasan produk dan manajemen pemasarannya.

Sebelumnya Kepala Dinkop UKM Prov Jateng  Ema Rachmawati dalam laporannya mengatakan tujuan dilaksanakan pelatihan ini agar peserta mampu mengelola dan mengembangkan usaha koperasi sesuai aturan yang berlaku dan meningkatkan kompetensi bagi pengelola koperasi dalam mengimplementasikan strategi antisipasi risiko yang terjadi.

Sementara bagi UMKM mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan dibidang boga, handycraft serta batik dan bisa menjadi wira usaha yang handal.

Kepala Dinas menambahkan, saat ini pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan Sampoerna Foundation untuk memberikan pelatihan mengenai keterampilan usaha produksi boga, kerajinan tangan dan batik.

“Kami mendapat dana alokasi khusus dari pemerintah pusat, hampir Rp 6 miliar dan bisa memberi pelatihan kepada para pelaku UMKM. Kami bersama Sampoerna Foundation akan memberi pelatihan, terutama di sektor pemasarannya,” jelas Ema.

Ema menjelaskan, pada tahun  2018 kemarin pihaknya sudah menggelar 44 kali pelatihan dengan menyasar pelaku UMKM di 35 kabupaten/kota berkategori daerah miskin.

Scroll to Top