Membuat Pola/Motif Batik Borobudur

Batik menjadi salah satu warisan dunia yang telah diakui oleh UNESCO dan dunia internasional. Batik menjadi media untuk melestarikan budaya local seperti Batik Borobudur untuk melestarikan relief asli yang ada di Candi Borobudur. Motif ini diciptakan oleh pengrajin yang ada di sekitar Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Hingga saat ini telah ada sekitar 11 motif batik yang telah dipatenkan sebagai corak khas Batik Borobudur antara lain Purnakalasa, Gelungan dan Medalion. Masing-masing motif memiliki makna yang berbeda-beda.

Karena keterbatasan jumlah motif yang masih sangat kurang bahkan pengrajin masih ada yang membeli/menggunakan motif Pekalongan, maka dalam rangka untuk mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas Borobudur, para pengrajin didorong untuk dapat mengembangkan motif batik di kawasan ini melalui Pelatihan Batik Lanjut kerjasama Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah dengan PT. HM. Sampoerna yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah, Jl.Berdikari Raya No.9 Srondol Kulon, Banyumanik.

Dibawah instruktur Pemilik Batik Kinanthi, Ibu Siti Kholifah atau sapaan akrabnya Ibu Olif, yang merupakan pengajar batik professional di Semarang, diharapkan dapat menjadikan para pengrajin di sekitar Borobudur menjadi bisa, mampu dan mahir dalam membuat pola/motif hingga harapannya mereka mampu membuat motif khas Borobudur kurang lebih 30 motif batik khas Borobudur untuk semakin memperkaya khasanah budaya local. Dalam waktu 10 hari, para pengrajin batik ini akan diajari bagaimana membuat pola/desain motif batik hingga betul-betul mampu dan mahir.