Literasi Keuangan

Literasi Keuangan (financial literacy) adalah rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan, serta ketrampilan konsumen dan masyarakat luas sehingga mereka mampu mengelola keuangan dengan baik. Dengan literasi keuangan yang baik, maka sangat terbantu untuk hidup lebih sejahtera dalam hal keuangan. Pada dasarnya literasi keuangan sangat berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari.
Namun, seperti kebanyakan orang tidak menyadari bahwa itu adalah literasi keuangan. Misalnya mengambil keputusan untuk menabung atau melakukan investasi. Hal tersebut merupakan salah satu peran literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari kita. Literasi keuangan ternyata tidak hanya bermanfaat bagi individu atau perseorangan, tapi juga bermanfaat bagi sistem perekonomian di suatu negara. Berkaitan dengan pemahaman literasi keuangan, studi kelayakan usaha merupakan aktivitas guna mengukur seberapa manfaat yang bisa dihasilkan dalam melakukan suatu kegiatan usaha. Studi kelayakan usaha merupakan yaitu pengkajian terkait bisa atau tidaknya suatu usaha. Dengan adanya keberhasilan dianalisis memberi manfaat ekonomis
Peran digitalisasi bagi UMKM sangat mendukung dalam pemahaman literasi keuangan sebagai pencatatan secara digital, akibat pandemi covid-19 ini, telah merubah perilaku konsumen, dimana pemanfaatan teknologi digital merajai pasar saat ini.
Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Restrukturisasi dan Pembiayaan mengadakan Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Pembiayaan melalui Literasi Keuangan dan Study Kelayakan Usaha. Sebanyak 50 peserta untuk kegiatan literasi Keuangan dari 3 Kab/Kota yaitu Sukoharjo, Wonogiri dan Kota Surakarta. Kegiatan selama 2 hari pada tanggal 24-25 Januari 2022.
Sedangkan Fasiltasi Studi Kelayakan Usaha, jumlah peserta kegiatan sebanyak 30 Peserta dari 4 Kab/Kota yaitu, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri dan Kota Surakarta kegiatan studi kelayakan usaha dilaksanakan tanggal 24-26 januari 2022 bebarengan di Hotel Brothers Sukoharjo.
Menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman dalam dunia usaha digitalisasi, yaitu :
1. Buku Warung memberikan pemahaman pembukuan digital antara pemasukan dan pengeluaran dalam jual beli dalam dunia usaha saat ini kepada UMKM
2. Bank BRI yang mengenalkan pembiayaan konvensional kepada UMKM
3. Bank Syariah Indonesia mengenalkan pembiayaan secara Syariah bagi UMKM
4. Kampus Shopee sebagai marketplace terkemuka saat ini yang membagikan tips and tricks dalam meningkatkan pemasaran online pelaku UMKM
5. Praktisi UMKM dari Inkubasi Bisnis dari LPPM
Universitas Negeri Semarang dengan materi memberikan akses pengetahuan dunia Usaha, memperluas jaringan bisnis usaha rintisan, pengembangan strategi pemasaran, mentoring dan pelatihan bisnis dari pakar, pengenalan etika bisnis, pengelolaan manajemen investasi, informasi bisnis secara umum
6. Link Aja memberikan pengetahuan tentang pembayaran multi platform berbasis digital.

Harapannya kegiatan ini mampu mendorong UMKM dapat memanfaatkan berbagai platform digital, untuk mengelola usahanya lebih baik serta mengembangkan usahanya lebih besar.
#UMKMnaikkelas
#UMKMgodigital
#UMKMjateng