Bukan Lagi Dinilai, Koperasi Sekarang Diperiksa!

Semarang, 9 Februari 2022
Implementasi Permenkop no. 9 Tahun 2020 tentang Pengawasan Koperasi membawa perubahan signifikan, tidak ada lagi Penilaian Kesehatan Koperasi melainkan Pemeriksaan Kesehatan Koperasi. Bukan hanya sekedar perubahan istilah, namun prosedur bahkan kertas kerjanya pun juga berubah. Rapat Koordinasi Pemeriksaan Kesehatan Koperasi memberikan ruang kepada Aparatur Kab/Kota untuk berdialog dan berdiskusi dalam rangka meningkatkan pemahaman dan menyatukan persepsi terkait sistem dan cara kerja Pemeriksaan Kesehatan Koperasi.

Setelah dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, M.Hum pada hari pertama (8/02/2022), di hari kedua ini pembahasan diawali oleh materi seputar audit eksternal pada koperasi yang disampaikan oleh perwakilan dari KAP Drs. Tarmidzi Ahmad, Iwan Budiyono, SE., M.Si., Akt. Adapun hadir sebagai Narasumber utama pada kegiatan Rakor ini, DR. Dra. Masrifah, MM dan Mulyanto, S.Sos., MM selaku Pengawas Koperasi Ahli Madya dari Kementerian Koperasi UKM Republik Indonesia, membahas kebijakan pengawasan berdasarkan Permenkop no. 9 tahun 2020 dan petunjuk teknis pengolahan Kertas Kerja Pemeriksaan Kesehatan Koperasi.

Regulasi baru ini tentunya menuntut adaptasi cepat dari segenap aparatur yang berwenang agar dapat segera diaplikasikan dalam proses pembinaan dan pengawasan koperasi ampuannya, pun dengan masyarakat gerakan koperasi, sebagai langkah awal mungkin bisa dengan mulai membiasakan diri untuk tidak lagi menanyakan kepada Dinas, "Kapan kami dinilai?", namun menggantinya dengan "Kapan kami diperiksa?"