RAT PERDANA KOPERASI PRODUSEN REMPAH VANILA NUSANTARA (KARAVAN)

Ada yangberbeda dari pelaksanaan RAT perdana Karavan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Pebruari 2022 ini di Andelir, Convention Hotel, Semarang.

Lalu apa yang membuatnya berbeda?

Setelah acara sambutan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Prov. Jateng yang diwakili oleh Bp. Bima Kartika,SH,MM selaku Kepala Bidang Kelembagaan acara diselingi dengan WORKSHOP RENSTRA KARAVAN, sebelum masuk ke acara inti Rapat Anggota Tahunan TB 2021.

Acara workshop Renstra diawali dengan pemaparan Rencana Kerja 5 (lima) tahunan oleh Bp. Lilik selaku ketua koperasi KARAVAN. Dalam pemaparan disampaikan Visi, Misi dan Kebijakan Strategis serta Program Kerja untuk pencapaiannya. Hadir dalam sesi workshop OPD dan Lembaga terkait diantaranya : Dinas Koperasi UKM Prov Jateng, Dinas Pertanian dan Perkebunan Prov. Jateng , Dinas Pertanian Kota Semarang, Bapeltan Soropadan dan Free Trade Agreement (FTA) Center Semarang.

Apa langkah-langkah strategis yang telah dirancang selama 1-5 tahun kedepan untuk pencapaian Visi dan Misi Karavan ?

Ada 4 kebijakan strategis yang telah disusun diantaranya :
1. Pengembangan kapasitas budidaya rempah vanilla
2. Mengembangkan kualitas dan kapasitas produksi rempah vanilla
3. Menguatkan kelembagaan koperasi dalam pengembangan rempah vanilla
4. Pengembangan akses pasar dan tataniaga komoditi rempah vanilla.

Masing-masing OPD dan Lembaga terkait memberikan masukan dan saran atas kebijakan strategis dan program kerja yang telah dipaparkan, memang bukan pekerjaan mudah bagi sebuah koperasi produsen yang baru berumur 1 tahun ini tumbuh dan berkembang dalam pencapaian visi misinya.

Namun bukan hal yang mustahil pula untuk dapat meraihnya sehingga perlu dukungan dan bantuan dari berbagai pihak untuk mewujudkannya, juga dukungan dari 124 anggota yang sudah terdaftar saat ini.
Sebagai penutup diskusi Bp. Bima Kartika menegaskan bahwa :
1. terbentuknya RENSTRA merupakan langkah awal bagi koperasi sebagai pedoman yang jelas untuk langkah -langkah selanjutnya sehingga tidak hanya didasari oleh intuisi pengurus saja.
2. Anggota harus berkontribusi dan berkomitmen terhadap kemajuan koperasi
3. Pengurus harus terus mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam memajukan koperasi
4. Pengawas harus mendampingi pengurus untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik.
5. Penerapan azas subsidiari dalam berkoperasi sehinga usaha yang dikerjakan koperasi tidak sama dengan usaha anggota.

KOMITMEN merupakan KUNCI dalam membangun koperasi untuk mewujudkan VISI dan MISInya.