Pagi-Pagi mereka sudah Mopok

Mopok adalah istilah para pengrajin batik yang sedang memberikan malam (cair) sebagai penutup motif warna pada kain yang akan diberikan warna lain sehingga warna motif semula tidak berubah saat dicelupkan ke warna selanjutnya.

Pagi yang cerah di tanggal yang cantik 22 -2-2022, para peserta Batik Tingkat Lanjut tetap sehat dan semangat. Hari ini adalah hari terakhir praktek dan tahap akhir pewarnaan batik karena besok adalah waktunya pameran hasil karya dan penutupan.

Memasuki hari ke sembilan Bu Sumiyatun telah menyelesaian tahap akhir batik warna kuning dengan motif khas Jepara yang bermakna kekayaan alam Pantai Kartini yaitu kura-kura dengan aneka ornament ukir ulir khas Jepara. Bu Sumiyatun telah melakukan pewarnaan hingga 3 kali yaitu kuning, hijau dan merah serta tahap akhir ditutup dengan sogan.

Berbeda dengan Bu Ari, peserta asal Semarang yang sedang mopok batiknya yang berwarna biru dengan motif warak. Segmentasi warak sangat diminati para wisatawan di Semarang karena merupakan perpaduan 3 kultur budaya Tionghoa sebagai kepala naga, badan laksana buraq dari Arab dan kaki menyerupai kambing dengan harapan sang pemakai kain selalu semangat, menebar persatuan dan kesatuan.

Karya-karya yang luar biasa penuh makna juga disajikan oleh Bu Ida peserta asal Magelang yang membuat batik warna merah dengan motif mitologi dalam relief Borobudur yaitu makhluk surgawi bernama Kinara dan Kinari dengan harapan pemakai selalu mampu menghibur dan memberikan kebahagiaan bagi sekitarnya.

Hal yang sama juga dilakukan peserta dari Wonosobo, Bapak Sucahyo memberikan motif aneka potensi alam Wonosobo yaitu carica, purwoceng dan bundengan dengan harapan peserta akan selalu sehat dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Penasaran dengan berita-berita pelatihan lainnya….
Yukk kepoin medsos dan IG Balatkop UKM Jateng
#pelatihanmembatik
#balatkopukmjateng
#umkmnaikkelas