Diawali dari mata turun ke hati lalu beli.

Solo - Selalu ada hikmah dibalik musibah, begitu juga dengan pandemi yang saat ini melanda negeri ini. Selalu ada kesempatan dan peluang di balik penderitaan, demikian dikatakan Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Surakarta Wahyu Kristina, S.S, MM saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Bintek Pengembangan Desain Kemasan Produk UMK di Hotel Ibis Solo.

Kemampuan atau kreatifitas diuji dari kondisi pandemi akhirnya muncul inovasi, ide-ide kreatif seperti berjualan secara online dengan memanfaatkan platform digital.
Selanjutnya dikatakan bagian terpenting dari suatu pemasaran adalah bagaimana membuat kemasan produk yang menarik. Suatu produk akan menjadi mahal nilainya ketika kemasan digarap dengan baik apalagi di era serba digital, semua diawali dari pandangan pertama ketika melihat sebuah produk. Pilihan akan jatuh pada kemasan yang indah, demikian juga ketika promosi melalui sosmed foto kemasan produk yang cantik pasti akan dipilih apalagi disertai dengan caption atau story telling dari produk itu, semua diawali dari kemasan yang menarik perhatian, berawal dari mata turun ke hati dan diakhiri dengan beli.

Senada dengan Kepala Dinas Koperasi UKM dan perindustrian Kota surakarta, Julie Emmylia Kepala Bidang Binus dan Pemasaran Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah mengatakan Pemasaran menjadi masalah utama selama masa pandemi, pasar online merupakan salah satu alternatif penjualan, pasar online adalah pasar yang sangat liar karena terlalu luas, para penjual datang dari mana-mana tidak hanya sebatas Jawa Tengah saja tetapi juga datang dari luar Jawa Tengah.
Untuk bisa memenangkan pasar tentu harus ada sesuatu yang berbeda yang lebih unik dan spesifik yaitu pada kemasan, kemasan harus dibuat lebih menarik dan berbeda dari yang lain.
Selain itu didalam kemasan harus mencantumkan expired date, PIRT, halal, nutrition food dan story telling.
Selain masalah kemasan diharapkan saat ini para pelaku UKM utamanya kopi sudah harus mulai memikirkan pasar export, pasar export sangat terbuka lebar.
" Pelaku UKM sekarang sudah harus merubah mindset tidak hanya menjadi penjual tetapi exportir" ujarnya.
Bintek pengembangan desain kemasan UMK dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 21 s.d 24 Pebruari 2022 diikuti 25 pelaku ukm yang terdiri dari 20 UKM Kopi dan 5 UKM makanan.