MEMANFAATKAN 3 KEUNGGULAN LAYANAN, KSPPS BMT BAHTERA SIAP MENGARUNGI MASA DEPAN

Bertempat di Hotel Nirwana Kota Pekalongan, RAT TB 2021 digelar secara langsung dengan Prokes yang ketat, Senin 28 Pebruari 2022. Dihadiri lebih dari 200 anggota, pengurus pengawas telah memberikan laporan pertanggungjawabnya atas pengelolaan setahun yang lalu. RAT ini merupakan kelanjutan dari pembahasan RAT sebelumnya pada tingkat jaringan kantor, hal ini mengingat jumlah anggota sudah tercatat 22.782 orang, sehingga semua aspirasi anggota telah dapat dirangkum dan telah memenuhi quorum sebagaimana Tata Tertib yang disepakati.

Sebelum acara inti yaitu persidangan RAT TB 2021, pada sesi pembukaan dan ceremony RAT dihadiri dari unsur pembina Koperasi Prov Jateng, Kab Tegal, Batang, Pekalongan, stake holder, Perbankan mitra, Dekopin.

Ada yang menarik dalam pengelolaan KSPPS BMT Bahtera ini, menginjak usia ke 27 tahun, telah mengembangkan dan menjawab tantangan perkembangan IT, dengan memberikan pelayanan digital melalui 3 keunggulan layanan pada Bahtera Community pada basis sekolahan, Bahtera Mobile pada basis smartphone anggota, dan Bahtera Corner pada basis layanan di desa sebagai agen jurus ini sangat jitu dalam mengelola puluhan ribu anggota dan telah memiliki izin operasional pada level nasional.

Dengan mengusung tema RAT TB 2021 yaitu 2022 be better, semua telah berkomitmen menjadi lebih baik pada tahun 2022 ini.

Selain memberikan apresiasi atas capaian tersebut, Dwi Silo Raharjo, Mewakili Dinas Koperasi UKM Prov Jateng menambahkan satu tantangan lagi bagi pengurus yaitu dengan perlu dikembangkan satu divisi yang membidangi Research and Development (R&D) yang mengelola menggunakan data statistik dan historis, data base kecenderungan perilaku anggota, dan penetapan forcasting kedepan yang tepat dan terjangkau (realible) menjadikan pijakan pengambilan keputusan para pengurus dan pengelola.

Sebagai Koperasi yang bergerak dibidang usaha simpan pinjam, maka aspek pengawasan koperasi sebagaimana diatur dalam Permenkop 9 Tahun 2020 agar dijalankan dengan seksama dan penuh tanggung jawab. Dimulai dari Aspek tata kelola koperasi, pelaksanaan prinsip koperasi, pemenuhan legalitas kelembagaan, dan penerapan manajemen menjadi hal mutlak yang harus dijalankan dengan baik dan benar. Sampai dengan pengelolaan dan mitigasi resiko. Hal ini mengingat bahwa BMT Bahtera saat ini sudah mengelola asset yang cukup besar yaitu 263 Milyard.

Selanjutnya RAT KSPPS BMT Bahtera dibuka secara resmi oleh Bp. Dendy Kabag Pengawasan pada Deputi Perkoperasian Kemenkop UKM RI, secara virtual melalui zoom meeting.


ayo tunjukan inovasi dan kreativitasmu Gerakan Koperasi di Jateng ....
songsong peluang dan tantangan pengembangan usaha untuk meraih kesejahteraan bersama pada Koperasi kita.