Pahami dan Kenali, Risiko Koperasi Ternyata Bisa Dihindari

Semarang, 16 Maret 2022

Sebagai lembaga yang menghimpun dan menyalurkan dana dari dan kepada anggotanya, Koperasi Simpan Pinjam tentu memiliki beberapa risiko keuangan seperti pinjaman yang gagal bayar, pinjaman fiktif, kecurangan/fraud hingga money laundry atau pencucian uang. Selain risiko keuangan, masih ada pula risiko lain seperti risiko operasional, risiko pembiayaan, risiko strategik, risiko reputasional dan risiko kepatuhan. Berbagai jenis risiko tersebut harus dapat dipahami oleh Pengurus/Pengelola KSP agar dapat diidentifikasi sehingga dapat dihindari atau diminimalisir dampaknya ketika akhirnya benar terjadi.

Kegiatan Bimtek Manajemen Risiko KSP dan KSPPS yang diselenggarakan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah pada 14-16 Maret 2022 di Hotel Noormans, Kota Semarang, mengupas tuntas segala hal terkait pengelolaan risiko usaha simpan pinjam. “Selain regulasi perkoperasian, Pengurus koperasi juga harus memperhatikan regulasi lain yang dalam pengelolaannya bisa jadi bersinggungan, seperti regulasi perbankan, misalnya” terang Giyarso dari LDP Cendekia, salah satu Narasumber ketika tengah menjelaskan terkait risiko operasional. “Koperasi pada prinsipnya hanya boleh melayani anggotanya, jika ada yang menghimpun dana simpanan dari masyarakat yang bukan merupakan anggotanya, dapat dikenakan sanksi pidana” tambahnya.

Bimtek Manajemen Risiko ini menyasar beberapa koperasi yang masih baru, selain bertujuan meningkatkan kapasitas Pengurus dan Pengelolanya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun relasi antar sesama Pengurus/Pengelola Koperasi sehingga diharapkan dapat terjalin komunikasi yang lebih baik, transfer ilmu dan sharing pengalaman perkoperasian yang dapat bermanfaat untuk pengembangan koperasi mereka.