SWAMITRA “Masih” Menjadi Pekerjaan Rumah

Tegal, 31 Maret 2022

Unit usaha simpan pinjam koperasi dengan pola Swamitra masih menjadi tumpuan usaha utama bagi beberapa koperasi, pola ini menawarkan kemudahan dalam pengelolaannya serta jaminan dalam hal likuiditas pembiayaannya sehingga pengurus terkesan nyaman karena dimanjakan dengan fasilitas itu.

Namun demikian masih menjadikan tanda tanya yang besar saat koperasi tidak mendapatkan selisih hasil usaha setelah 1 (satu) tahun tutup buku pengelolaan unit usaha tersebut. Hal ini disampaikan oleh Bpk. Duladi selaku pengurus KSU Segara Biru kota Tegal yang mengatakan bahwa tahun buku 2021 SHU yang dihasilkan oleh koperasi adalah Rp. 0,- pada forum RAT.

Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan selaku Pembina yang diundang melalui Bpk. Basrodin, SE pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sudah semestinya pengelolaan koperasi dilakukan secara mandiri, anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa layanan harus dilibatkan dalam menentukan arah usaha koperasi, tidak mudah untuk diintervensi oleh pihak luar karena sesungguhnya koperasi adalah dari, oleh dan untuk Anggota.

Hal tersebut disampaikan setelah melihat hasil laporan keuangan koperasi yang telah menghasilkan jasa cukup besar tetapi tidak dapat dinikmati karena adanya biaya operasional yang sama besarnya sebagai konsekuensi dari pola swamitra tersebut.

Hal mengagetkan lagi adalah upaya untuk lepas dari kemitraan itu diiringi dengan biaya cukup besar yang tidak mampu dipenuhi oleh koperasi sehingga pengurus hanya bisa gigit jari.

Tentu ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup kompleks karena sudah cukup lama berjalan.