Inovasi Bu Shanty dan harapannya mencegah stunting pada anak

Bandeng merupakan salah satu oleh-oleh khas dari Semarang. Bisa berupa bandeng presto, bandeng pepes, hingga otak-otak bandeng. Salah satu penggiat usaha kuliner oleh-oleh Semarang yang terkenal adalah Qina Bandeng.
Qina Bandeng merupakan salah satu alumni pelatihan Balatkop UKM Provinsi Jawa Tengah yang mengikuti Pelatihan Manajemen Operasional dan SDM.

Setelah mengikuti pelatihan, permasalahan mengenai operasional, produksi dan pengelolaan sumber daya manusia telah diatasi dengan baik. Mulai dari penerapan SOP produksi dan SOP SDM, sehingga proses produksi produk-produk bandeng dapat berjalan lebih efisien. Hingga pelibatan penduduk sekitar tempat produksi yang turut serta, terutama ketika pesanan sedang membludak.

Seiring berkembangnya usaha bandeng, Bu Santy, selaku pemilik Qina Bandeng mengungkapkan adanya keinginan untuk berinovasi, terutama dalam mengolah limbah bandeng. Jika biasanya hanya bagian daging yang digunakan, kini Bu Santy sedang berupaya untuk menciptakan produk-produk baru yang dapat memanfaatkan limbah bandeng, seperti bagian kepala.
Sejauh ini Qina Bandeng telah mengeluarkan produk baru seperti abon bandeng dan pastel abon bandeng.

Bu Shanty berharap kedepan akan tercipta produk-produk baru yang dapat dijadikan camilan. Misi Bu Santy saat ini adalah dapat menciptakan camilan dari bandeng yang bergizi tinggi dan digemari anak-anak sehingga anak-anak bisa ‘ngemil’ bergizi. Harapannya, dengan produknya nanti dapat meningkatkan gizi anak-anak dan menghindari anak-anak dari stunting.

Abon bandeng, simple namun tetap bergizi, cocok dimakan bersama nasi hangat saat sahur maupun buka puasa. Kamu bisa cek produk lainnya di @bandengqina

#balatkopukmjateng
#diskopukmjateng
#beritapendampingkukmjateng
#umkmnaikkelas
#ReformasiBirokrasi
#PelayananPublik
#ZonaIntegritas