Kembang Temu membuat Pembeli Rindu

Bagi Ibu Kartiah, warga Desa Dukuhmaja Kabupaten Brebes, lapar dan dahaga yang biasanya muncul saat menjalankan ibadah puasa tak menyurutkan semangatnya untuk lebih giat dalam usahanya. Ibu pembuat jajanan tradisional ini justru menambah produksi hingga dua kali lipat karena pesanan makanan selama bulan puasa meningkat.

Selama ini, Ibu Kartiah memproduksi makanan tradisional seperti kembang gempol, kembang temu, bubur sumsum dan bubur candil. Tak hanya itu Ibu Kartiah juga menjual produk kerupuk kembang temu.
Awal mula terpikir kerupuk tembang temu yaitu saat Bu Kartiah memikirkan bagaimana memproduksi produk makanan yang bisa awet hingga tahan lama. Banyak yang mencibir saat awal produksi namun tidak menyurutkan semangat Bu Kartiah untuk terus berinovasi. Akhirnya Bu Kartiah memutuskan untuk meneruskan usaha kembang temu yang sudah turun temurun menjadi kerupuk yang renyah dan gurih apalagi di cemil saat berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Melalui pelatihan pemasaran dari Balatkop UKM Provinsi Jawa Tengah, kini Bu Kartiah dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan. Terbukti sekarang beliau sudah mempunyai reseller untuk produk kerupuk kembang temu Amore dan menaikkan omzet penjualan.

"Saya sangat senang bisa mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas, baik di kabupaten maupun di Provinsi Jawa Tengah. Harapan saya dari sebuah nama kerupuk Kembang Temu Amore yang merupakan singkatan dari Amoh dan Renyah. Amoh yang dimaksud adalah ringan dan renyah ini menjadi sebuah doa untuk saya agar mendapat rejeki penjualan yang mudah dan diberkahi." Tutur Bu Kartiah saat kunjungan pendampingan Minggu (10/4)

Bagi yang mau menikmati kerenyahan dan sensasi rasa yang berbeda dari kembang temu, bisa lho pesan melalui WA Ibu Kartiah 0858-6803-0578.

#balatkopukmjateng
#diskopukmjateng
#beritapendampingkukmjateng
#umkmnaikkelas
#ReformasiBirokrasi
#PelayananPublik
#ZonaIntegritas