Lika-liku Eatlery: Mulai dari survive di masa pandemi hingga target ekspor

Pandemi yang sudah berjalan selama 2 tahun ini tentu menjadi tantangan untuk beberapa UMKM, termasuk Eatlery. Bu Eva, pemilik Eatlery sempat kebingungan saat omzet usahanya menurun drastis akibat pandemi. Sebelum pandemi, Bu Eva dengan usahanya yang bergerak di bidang kuliner snack dan oleh-oleh tersebut, aktif mengikuti bazar dan pasar-pasar komunitas, tak jarang ia juga bekerja sama dengan sejumlah toko untuk menitipkan produknya.

Namun sejak adanya pandemi, membuat banyak kegiatan seperti bazar & pasar komunitas di tutup serta permintaan di toko menurun, menyebabkan omzet juga ikut menurun.

Sempat kebingungan untuk menghadapi keadaan tersebut, untungnya Bu Eva masih berkomunikasi dengan mentor-mentornya pada saat mengikuti pelatihan manajemen operasional & SDM dari Balatkop UKM Provinsi Jawa Tengah. Dari hasil diskusi dengan mentor-mentor tersebut, Bu Eva disarankan untuk membuat variasi produk baru berupa catering makanan, salah satu contohnya seperti paket catering isoman. Saran tersebut dilakukan Bu Eva dan ternyata menjadi solusi yang tepat untuk tetap ‘menghidupkan’ usahanya di masa pandemi.

Hingga saat ini, produk unggulan Eatlery tidak hanya tahu lumpia saja, namun juga catering makanan yang diminati banyak orang. Terlebih, catering makanan yang ditawarkan Bu Eva merupakan catering sehat dan organik, yang cocok untuk orang-orang yang ingin hidup sehat.

Target kedepannya, Bu Eva ingin membawa produk-produk Eatlery untuk bisa go international. Namun untuk mencapai targetnya ini, tentu masih banyak ‘tugas’ yang harus dilakukan Bu Eva. Terlebih, untuk produk snack frozen food (tahu lumpia dan lainnya) masih cukup sulit untuk dikirim ke luar negeri.

Penasaran dengan produk buatan Bu Eva? Cek instagramnya di @eatlerysemarang

#balatkopukmjateng
#diskopukmjateng
#beritapendampingkukmjateng
#umkmnaikkelas
#ReformasiBirokrasi
#PelayananPublik
#ZonaIntegritas