Simaneez Gula Singkong dari Banjarnegara

Adalah Johan Irawan, warga Desa Punggelan yang kini mengembangkan gula cair berbahan baku tepung, singkong atau pati. Menurutnya, proses pembuatan gula cair dan singkong sangatlah sederhana. Hanya membutuhkan ketepatan ukuran, durasi dan suhu karena prosesnya menggunakan katalis enzim.

"Sebenarnya ini cara membuatnya sederhana, tetapi memang harus tepat. Gula cair dan singkong ini memiliki tingkat kemanisan yang tinggi sekitar 75,6 Brix, artinya, dua kali lebih manis dibandingkan gula pasir biasa yang kita konsumsi. Gula ini dipercaya lebih aman, untuk penderita diabetes mellitus karena dua kali lebih manis dari gula pasir biasa," jelasnya saat ditemui di rumahnya. Meski masih dalam skala rumah tangga, namun produk gula cair ini sudah diterima konsumen di sejumlah kota, Seperti Bogor, Banyuwang, Depok, Surabaya dan Wonogiri.

"Rata-rata saat ini masih banyak yang menggunakan untuk industri makanan, kue, dan yoghurt. Ada
juga yang dikemas ulang dalam botol kecil Untuk hasil produksinya sementara ini baru sekitar 20 ton gula cair per bulan," terangnya. Ide ini berawal dan keprihatinannya terhadap murahnya hasil pertanian singkong di daerahnya.

Dengan masa panen sekitar 8 bulan hingga satu tahun, harga jualnya jauh dari nilai yang layak. Padahal, sebagian besar warga di daerahnya merupakan petani singkong

"Sebagian besar warga di sini adalah petani singkong Karena tanaman jenis singkong ini tahan dengan kondisi minim air. Sayangnya, saat musim panen, tiba harga jualnya kurang menguntungkan bagi petani, Biasanya satu kilogram singkong hanya dihargai Rp 500," ungkapnya.

Untuk info pemsanan bisa melalui @IG manes.ku & cp 085226243425

#balatkopukmjateng
#diskopukmjateng
#beritapendampingkukmjateng
#umkmnaikkelas
#ReformasiBirokrasi
#PelayananPublik
#ZonaIntegritas