KOPERASI UNIT DESA KINI TERTINGGAL

Jika kamu generasi X pasti kamu ingat Koperasi Unit Desa (KUD) adalah koperasi yg sempat ngehit diera Presiden Suharto. Dimana konsep dasar dari KUD ini, koperasi yang mengakomodir kebutuhan masyarakat desa yang waktu itu kebanyakan adalah petani.

Di mana KUD pangan waktu itu adalah satu satunya distributor pupuk disetiap kecamatan. KUD pernah ada pada masa jayanya. Bagaimana kabar KUD di daerahmu? Apakah masih tegak berdiri seperti waktu dlu. masih aktifkah atau sudah sekedar papan nama? Ataukah sudah berganti unit usaha?

Kalau didaerahmu KUD seakan kehilangan jati dirinya, begitu pun KUD di Kabupaten Pemalang. Tidak hanya redup, bergeliatpun sudah tidak mampu.

Senin (23/11) Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) Kabupaten Pemalang mendampingi Anang Faifin sebagai tim monitoring Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) berkunjung ke KUD ANTEP untuk mengevaluasi pinjaman dana bergulir APBD 2.

Dana bergulir yang disalurkan ke KUD Antep tentu saja diharapkan untuk meningkatkan likuiditas dari KUD Antep, dana tersebut disalurkan ke anggota – anggotanya yang tentu saja meningkatkan produksi dari anggotanya.

KUD ANTEP yang saat ini usahanya hanya bergerak pada layanan PPOB dan tagihan PDAM lisieng mengalami penurunan sejak adanya pengratisan untuk listrik skala 450 watt. Namun beberapa aset yang masih ada masih menghasilkan pemasukan untuk KUD. Apapun itu, masih ada apresiasi bahwa KUD ANTEP selama ini masih dapat melaksanakan RAT.

KUD memang sudah kehilangan masa jayanya, namun bukan berarti menghentikan KUD – KUD diberbagai wilayah di Indonesia berhenti. Tentu saja masih banyak KUD yang berjalan aktif walaupun harus kehilangan banyak, pendapatannya.