BAGAI MENCARI JARUM DALAM TUMPUKAN JERAMI

Pepatah tersebut mencerminkan kondisi kami siang itu, Selasa, 9 Februari 2021. Ditemani terik matahari, kami mencari Koperasi Jasa Karya Mandiri Bejen di Desa Ngaliyan, yakni sebuah desa di Kecamatan Bejen yang berada di ujung wilayah Kabupaten Temanggung dan berbatasan dengan Kabupaten Kendal.

Berdasarkan situs nik.depkop.go.id, koperasi tersebut didirikan pada Mei 2020 tanpa sosialiasi pra-koperasi dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Temanggung. Terbatasnya data membuat kami kewalahan mencari koperasi tersebut. Bahkan, nama pengurus pun tidak tercantum.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai keberadaan koperasi, kami mendatangi Kantor Desa Ngaliyan dan bertemu dengan beberapa petugas. Sayangnya, tidak seorang pun mengetahui keberadaan koperasi tersebut. Pemerintah desa mengklaim tidak mendapatkan laporan pendirian koperasi di wilayah mereka. Karena tak ada titik temu, kami pun pamit dengan meninggalkan nomor kontak kami.

Dalam perjalanan pulang, kami bertiga saling bertatapan dan menyatukan persepsi mengenai langkah selanjutnya, yakni "segera menghubungi Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) di Kabupaten Temanggung", sekaligus melakukan pendataan koperasi baru terutama yang berdiri tanpa sosialisasi, atau pun melaporkannya ke Kantor Dinkopdag Kabupaten Temanggung.