TANTANGAN USAHA SIMPAN PINJAM KOPERASI

Kab. Jepara (20/2) Koperasi bisa mempunyai banyak usaha, usaha yang dikelola tentu saja dapat menunjang kesejahteraan anggotanya. Salah satu usaha yang biasa dijalankan koperasi adalah simpan pinjam.

Sering kali dalam pelaksanaannya mengalami banyak tantangan dan persaingan, seperti yang dialami KPRI Pembangunan.

Salah satu tantangan terbesar bagi KPRI Pembangunan persaingan dengan lembaga keuangannya yang lain, seperti Bank Jateng (red - memegang transaksi penggajian guru).

Guru guru lebih sering hutang ke Bank dengan alasan bunga lebih rendah dan mudah pembayarannya dengan sistem potong gaji. Padahal setiap usaha simpan pinjam yang dijalankan nantinya akan kembali lagi kepada anggota melalui Sisa Hasil Usaha (SHU).

Kurangnya partisipasi anggota kepada koperasi, untuk mengambil bagian dalam perkembangan usaha koperasinya.

PPKL Kab. Jepara dalam penyuluhan menyarankan harus ada langkah yang diambil pengurus agar anggota lebih berpartisipasi ke koperasi, misalnya dengan kebijakan dari Satuan Koordinator Pendidikan (Satkordik) yang tidak akan menandatangani pengajuan pinjaman anggota ke Bank kecuali anggota pinjam ke koperasi terlebih dahulu.

Seperti koperasi yang lainnya, KPRI Pembangunan harus melaksanakan kewajiban Rapat Anggota Tahunan, kali ini KPRI Pembangunan melakukan RAT Tb 2020 pada hSabtu tanggal 20 Februari 2021 bertempt di Gedung KPRI Pembangunan Desa bangsri Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara.

Mengingat kondisi pandemi seperti ini, pelaksanaan RAT secara tatap muka dengan dihadiri hanya dari perwakilan per unit kerja. sebanyak 80 anggota hadir dari 297 jumlah total anggota koperasi.

Anggota yang diwakilkan, hak hak anggota tetap diberikan. seperti sovenir RAT, uang transport RAT dan SHU anggota. Acara berjalan cepat mengingat pelaksanaan kegiatan dibatasai waktu hanya 2 jam.

Penulis : Dewi Rahmawati __ PPKL Kab. Jepara
Penyunting : Ayun