Pelatihan Peningkatan Produk Unggulan

Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara dari anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik TA 2020 menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Produk Unggulan Pada Kegiatan Perkuatan Kelembagaan dan Managemen SDM Koperasi di KSU Merpati desa Buaran Kecamatan Mayong.

KSU Merpati memiliki anggota yang terdiri atas pengrajin dan pengusaha Gebyok Ukir Khas Jepara. Usaha utamanya adalah produksi Gebyok Ukiran sedangkan usaha pendukung yaitu Simpan Pinjam. Koperasi ini juga memiliki usaha tambahan berupa pertokoan yg menjual peralatan pembuatan gebyok hingga bahan bakunya berupa kayu gelondong.

Pelatihan di KSU Merpati ini diselenggarakan selama 4 hari mulai tanggal 23 sampai 26 Juni 2020 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Covid-19 sesuai dengan Surat Edaran Bupati Jepara Nomor 800/2014 tanggal 2 Juni 2014 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Tatanan normal baru (new normal) adalah tatanan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang menjalankan protokol kesehatan pada aktifitas keseharian. New normal dengan menerapkan protokol kesehatan bukan berarti kembali hidup dalam keadaan dan kebiasaan sebelum pandemi melainkan melaksanakan kewaspadaan untuk hidup berdampingan dengan pandemi. Dalam kegiatan ini panitia tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara mewajibkan panitia, pemateri dan peserta untuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan diukur suhu badannya sebelum masuk ruangan serta tidak lupa physical distancing dengan cara memberi jarak bagi peserta pelatihan.

Acara pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara, Bapak Eriza Rudi Yulianto, S.Sos. "Dengan pelatihan ini semoga koperasi akan lebih maju dan baik terutama bidang kelembagaan serta mampu bertahan di era globalisasi dan sulit seperti saat ini" ujar kepala Dinas. Para peserta yang merupakan anggota koperasi sangat berantusias dan termotivasi untuk mengikuti pelatihan sampai hari terakhir.

Selama empat hari pelatihan, materi-materi yang di disampaikan adalah seputar kelembagaan perkoperasian dan beberapa tehnik produksi.